Pages

08 Juni 2010

Kasih Ubah Tingkah Laku yang Buruk



Ada seorang anak yang sangat nakal. Ia juga tidak hormat terhadap siapa pun. Orangtuanya sangat resah menyaksikan keadaan anaknya ini. Suatu hari, anak itu mengalami kecelakaan lalulintas. Motor yang dikendarainya menabrak pohon. Kedua kakinya patah. Tangan kanannya pun patah. Sementara matanya memar. Ia sangat menderita.

Ketika sang ayah tiba di rumah sakit, ia hampir tidak bisa berkata apa-apa. Perasaannya bercampur aduk antara marah dan kasihan. Tetapi ia mesti mengambil tindakan tegas atas perbuatan anaknya itu. Baginya, peristiwa itu sebagai akibat dari tingkah laku anaknya selama ini.

Namun sepercik kasih masih ada dalam batin sang ayah. Ia masih memberi kesempatan kepada anaknya untuk memperbaiki hidupnya. Baginya, pertobatan selalu ada dalam diri anaknya itu. Karena itu, ia mesti menciptakan situasi agar anaknya itu dapat menyadari keadaan dirinya.

Setelah menyelesaikan perawatan di rumah sakit, anak itu boleh mengalami suasana yang penuh kasih di tengah-tengah keluarganya. Ia pun berjanji untuk tidak nakal lagi. Ia berjanji untuk selalu menghormati orang lain dalam hidupnya.

Sering orang merasa bahwa orang dapat mengubah tingkah laku kurang baik seseorang dalam waktu sekejap. Tentu saja hal ini tidak mungkin. Manusia itu hidup dalam suatu proses. Karena itu, mengubah tingkah laku seseorang pun mesti melalui suatu proses.

Kisah di atas mau mengatakan kepada kita bahwa perubahan itu dapat terjadi berkat kasih setia yang begitu mendalam. Tanpa kasih, orang akan tetap berada dalam tingkah laku jeleknya. Orang disadarkan bahwa hidup manusia itu memiliki dimensi rohani yang mesti dipupuk terus-menerus. Dimensi rohani itu akan membantu manusia dalam menjalani hidup ini.

Bagi orang beriman, kasih yang mendalam itu dimiliki oleh Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan itu sumber kehidupan manusia. Tuhan menciptakan manusia, karena Tuhan mengasihi manusia. Tuhan peduli terhadap ciptaan itu dengan memeliharanya. Karena itu, Tuhan ingin agar manusia menghidupi kasih itu dalam hidup sehari-hari. Ketika manusia menghidupi dan memelihara kasih, sebenarnya manusia mengakui Tuhan sebagai sumber hidup manusia.

Mari kita terus-menerus menumbuhkembangkan kasih dalam hidup sehari-hari. Dengan kasih itu, kita dapat meneruskan perjalanan hidup ini. Kita dapat membagikan kasih itu kepada sesama kita. Kita dapat menularkan kasih yang kita miliki kepada sesama kita. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu kebahagiaan bagi sesama kita. Tuhan memberkati. **





Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com

402
Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.