Pages

21 Juli 2010

Tetap Bertekun dalam Iman

Ada seorang peziarah yang sudah berjalan sangat jauh untuk mengunjungi sebuah tempat ziarah. Ia memang memilih untuk berjalan kaki, meskipun banyak kendaraan yang lalu lalang di sekitarnya. Ia ingin mengalami dan menghayati suka duka menjadi seorang peziarah. Ia ingin mengalami capek. Ia ingin mengalami hujan dan panas menerpa dirinya. Ia sadar bahwa hal itu tidak mudah. Ada banyak godaan dan tantangan mesti ia hadapi. Namun ia tetap memilih untuk melakukan peziarahannya dengan berjalan kaki.

Ketika ia tiba di tempat ziarah itu, ia merasakan lapar yang luar biasa. Ia merasa sangat capek. Ia merasa tenaganya sudah hampir habis. Tetapi di saat-saat seperti itu ia merasakan penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Ia mengalami bahwa ketika ia menjadi lemah, kuasa Tuhan justru menguasai dirinya. Ketika ia merasa diri kuat dan hebat justru Tuhan tidak bisa mendekati dirinya. Tuhan tampak semakin jauh dari hidupnya.

Ia merasakan Tuhan menempa dirinya. Tuhan membentuk imannya kepada Tuhan. Ia seperti tanah liat yang diremas-remas oleh Tuhan dan dibentuk sesuai dengan kehendak Tuhan untuk hadir dalam dunia ini. Karena itu, peziarah itu merasa bersyukur atas rahmat Tuhan yang ia peroleh bagi hidupnya. Tuhan ternyata begitu baik kepadanya. Tuhan tidak meninggalkannya berjuang sendirian di dunia ini.

Banyak orang merasa bahwa hidup mereka seolah-olah tidak memiliki makna. Mereka sudah berusaha mati-matian untuk menumbuhkan imannya, tetapi seolah-olah hidup ini tidak menunjukkan perkembangan yang bermakna. Mereka kecewa terhadap Tuhan yang mereka imani. Mereka menolak kehadiran Tuhan dalam hidup mereka. Mereka memilih jalan mereka sendiri tanpa bantuan Tuhan.

Tentu saja situasi seperti ini menunjukkan bahwa orang kurang bertekun dalam imannya akan Tuhan. Tuhan menuntut ketekunan dan kesetiaan kepadaNya. Tuhan ingin agar orang beriman itu tetap bertahan di dalam imannya. Iman yang tidak mudah luntur oleh berbagai tantangan dan godaan.

Sebagai orang beriman, apa yang mesti kita buat? Orang beriman mesti selalu setia mengembangkan imannya kepada Tuhan. Orang beriman mesti selalu menemukan cara-cara yang terbaik dalam menumbuhkembangkan imannya. Untuk itu, dibutuhkan suatu kesetiaan dan ketekunan dalam berproses menghidupi iman akan Tuhan.

Yang mesti selalu diingat oleh orang beriman adalah proses beriman itu tidak akan pernah selesai. Proses beriman itu terus berlangsung selama hayat dikandung badan. Orang mesti tetap melangkahkan kakinya bersama Tuhan yang juga selalu setia kepadanya. Mari kita berusaha untuk menemukan hidup ini sungguh-sungguh bermakna bagi kita. Dengan demikian, kita menjadi orang-orang yang selalu setia dan bertekun dalam iman kita kepada Tuhan. Tuhan memberkati. **



Frans de Sales, SCJ

NB: Dengarkan Renungan Malam di Radio Sonora (FM 102.6) untuk mereka yang tinggal di Palembang dan sekitarnya, pukul 21.55 WIB.

Juga bisa dibaca di: http://inspirasi-renunganpagi.blogspot.com




445

Bagikan

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.